bismillahirrahmaanirrahiim :)

Selasa, 12 Maret 2013

Puisi

Bunda,
Lirih aku mengenangmu…
Seolah melampai jauh hingga hari kepergianmu…
Menguak kembali sejuta kesan terindah,
Menyingkap riwayat malaikat tanpa sayap nan jelita
Melambungkan lagi kenangan tentang sejuta cinta…
Bunda,
Tahukah engkau akan kecewaku?
Sampaikah padamu tentang rindu dan pilu dalam untaian waktu?
Bila mungkin, ingin rasanya ke rengkuh lagi jiwa dan ragamu…
Kembali menghimpun seribu mimpi menyambut pelangi
Bunda,
Alangkah sulitnya merangkai jiwa ksatria di tengah badai kecewa
Karena hanya diri ini yang tak sempat mengukir bahagia di wajahmu
Terlambat sudah, apa mau dikata
Tersisa amanat sepeninggal bunda
‘Jadilah anak baik dan berguna’ amanat sederhana namun sukar terlaksana …
Sesal menyesap kedalam jiwa, karena tak mampu menunaikan seutuhnya
Kata maaf tiada guna, namun hanya itu yang ku punya
Maafkan aku, Bunda

kejujuran bukti Nabi Muhammad

Rasulullah saw memiliki tingkat derajat kekuatan rohani dan kesempurnaan batin serta akhlak yang sempurna (QS 68:4), sehingga tidak heran kalau beliau dijadikan sebagai teladan bagi umat manusia. (QS 33:21). Segala nilai akhlak tinggi berpadu pada pribadi beliau dalam suatu keseluruhan yang sempurna lagi serasi. Siti ‘Aisyah r.a., istri Rasulullah saw. yang sangat berbakat, ketika pada sekali peristiwa diminta menerangkan peri keadaan Rasulullah saw., bersabda, “Beliau memiliki segala keagungan akhlak yang disebut dalam Alquran sebagai ciri-ciri istimewa seorang abdi Allah yang sejati” (Bukhari)
Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepada kalian. Sesungguhnya aku telah tinggal bersama kalian beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kalian tidak memikirkannya?" (QS 10:17).